Sunday, 22 March 2015

a. Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya
1 ) Bank Sentral
Menurut UU No.3 Tahun 2004, Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan serta menjalan fungsi sebagai lender of the last resort.
Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
a) Tujuan Bank Indonesia
Menurut UU RI No. 3 Tahun 2004 Pasal 7, dijelaskan tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Untuk mencapai tujuan yang dimaksud Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.
b ) Tugas Bank Indonesia
Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2004, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut:
(1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia berwenang:
(a) menetapkan sasaran moneter dengan memerhatikan sasaran laju inflasi;
(b) melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada:
- operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing
- penetapan tingkat diskonto
- penetapan cadangan wajib minimun
- pengaturan kredit atau pembiayaan
Cara-cara pengendalian moneter dapat dilaksana-kan juga berdasarkan prinsip syariah.
Pelaksanaan ketentuan tersebut ditetapkan Peraturan Bank Indonesia.
(2) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, bank Indonesia berwenang:
(a) melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran,
(b) mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya.
Pelaksanaan kewenangan di atas ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.
(3) mengatur dan mengawasi bank
Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.
2 ) Bank Umum
Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).
Bank umum mempunyai banyak kegiatan. Adapun kegiatan-kegiatan bank umum yang utama antara lain:
a) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, dan tabungan;
b) memberikan kredit;
c) menerbitkan surat pengakuan utang;
d) memindahkan uang, baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan bank itu sendiri;
e) menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga;
f) menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga; dan
g) melakukan penempatan dana dari nasabah ke nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
3 ) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
BPR dalam melakukan kegiatannya tidak sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh bank konvensional (bank umum). Ada kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dilakukan oleh BPR, yaitu:
a) menerima simpanan berupa giro,
b) mengikuti kliring,
c) melakukan kegiatan valuta asing,
d) melakukan kegiatan perasuransian.
Adapun bentuk kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR meliputi hal-hal berikut ini.
a) Menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito.
b) Memberikan pinjaman kepada masyarakat.
c) Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah.
b . Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya
Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.
1 ) Bank Milik Pemerintah
Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya.
2 ) Bank Milik Swasta Nasional
Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
3 ) Bank Milik Asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.
c . Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya
1 ) Bank Konvensional
Pengertian kata “konvensional” menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berdasarkan kesepakatan umum” seperti adat, kebiasaan, kelaziman.
Berdasarkan pengertian itu, bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu, menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil.
Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek; dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, dan perdagangan efek.
Bank konvensional dapat memperoleh dana dari pihak luar, misalnya dari nasabah berupa rekening giro, deposit on call, sertifikat deposito, dana transfer, saham, dan obligasi. Sumber ini merupakan pendapatan bank yang paling besar. Pendapatan bank tersebut, kemudian dialokasikan untuk cadangan primer, cadangan sekunder, penyaluran kredit, dan investasi. Bank konvensional contohnya bank umum dan BPR. Kedua jenis bank tersebut telah kalian pelajari pada subbab sebelumnya.
2 ) Bank Syariah
Sekarang ini banyak berkembang bank syariah.
Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 - 20 Agustus 1990.
Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.
Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.
Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.
Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensional.
Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah.
a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).
c) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
d) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).
e) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
Dalam rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah harus berlandaskan pada Alquran dan hadis. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu. Bagi bank syariah, bunga bank adalah riba.
Dalam perkembangannya kehadiran bank syariah ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat muslim, akan tetapi juga masyarakat nonmuslim. Saat ini bank syariah sudah tersebar di berbagai negara-negara muslim dan nonmuslim, baik di Benua Amerika, Australia, dan Eropa. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah. Contoh Bank Syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri.


a. Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya
1 ) Bank Sentral
Menurut UU No.3 Tahun 2004, Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan serta menjalan fungsi sebagai lender of the last resort.
Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
a) Tujuan Bank Indonesia
Menurut UU RI No. 3 Tahun 2004 Pasal 7, dijelaskan tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Untuk mencapai tujuan yang dimaksud Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.
b ) Tugas Bank Indonesia
Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2004, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut:
(1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia berwenang:
(a) menetapkan sasaran moneter dengan memerhatikan sasaran laju inflasi;
(b) melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada:
- operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing
- penetapan tingkat diskonto
- penetapan cadangan wajib minimun
- pengaturan kredit atau pembiayaan
Cara-cara pengendalian moneter dapat dilaksana-kan juga berdasarkan prinsip syariah.
Pelaksanaan ketentuan tersebut ditetapkan Peraturan Bank Indonesia.
(2) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, bank Indonesia berwenang:
(a) melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran,
(b) mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya.
Pelaksanaan kewenangan di atas ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.
(3) mengatur dan mengawasi bank
Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank, Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.
2 ) Bank Umum
Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).
Bank umum mempunyai banyak kegiatan. Adapun kegiatan-kegiatan bank umum yang utama antara lain:
a) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, dan tabungan;
b) memberikan kredit;
c) menerbitkan surat pengakuan utang;
d) memindahkan uang, baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan bank itu sendiri;
e) menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga;
f) menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga; dan
g) melakukan penempatan dana dari nasabah ke nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
3 ) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
BPR dalam melakukan kegiatannya tidak sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh bank konvensional (bank umum). Ada kegiatan-kegiatan yang tidak boleh dilakukan oleh BPR, yaitu:
a) menerima simpanan berupa giro,
b) mengikuti kliring,
c) melakukan kegiatan valuta asing,
d) melakukan kegiatan perasuransian.
Adapun bentuk kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR meliputi hal-hal berikut ini.
a) Menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito.
b) Memberikan pinjaman kepada masyarakat.
c) Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah.
b . Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya
Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.
1 ) Bank Milik Pemerintah
Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya.
2 ) Bank Milik Swasta Nasional
Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula. Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.
3 ) Bank Milik Asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.
c . Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya
1 ) Bank Konvensional
Pengertian kata “konvensional” menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berdasarkan kesepakatan umum” seperti adat, kebiasaan, kelaziman.
Berdasarkan pengertian itu, bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu, menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil.
Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek; dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, dan perdagangan efek.
Bank konvensional dapat memperoleh dana dari pihak luar, misalnya dari nasabah berupa rekening giro, deposit on call, sertifikat deposito, dana transfer, saham, dan obligasi. Sumber ini merupakan pendapatan bank yang paling besar. Pendapatan bank tersebut, kemudian dialokasikan untuk cadangan primer, cadangan sekunder, penyaluran kredit, dan investasi. Bank konvensional contohnya bank umum dan BPR. Kedua jenis bank tersebut telah kalian pelajari pada subbab sebelumnya.
2 ) Bank Syariah
Sekarang ini banyak berkembang bank syariah.
Bank syariah muncul di Indonesia pada awal tahun 1990-an. Pemrakarsa pendirian bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 - 20 Agustus 1990.
Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.
Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan. Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin.
Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya. Kebersamaan mengacu pada prinsip saling menawarkan bantuan dan nasihat untuk saling meningkatkan produktivitas.
Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensional.
Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah.
a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).
c) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
d) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).
e) Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
Dalam rangka menjalankan kegiatannya, bank syariah harus berlandaskan pada Alquran dan hadis. Bank syariah mengharamkan penggunaan harga produknya dengan bunga tertentu. Bagi bank syariah, bunga bank adalah riba.
Dalam perkembangannya kehadiran bank syariah ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat muslim, akan tetapi juga masyarakat nonmuslim. Saat ini bank syariah sudah tersebar di berbagai negara-negara muslim dan nonmuslim, baik di Benua Amerika, Australia, dan Eropa. Bahkan banyak perusahaan dunia yang telah membuka cabang berdasarkan prinsip syariah. Contoh Bank Syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri.


Tips mudah untuk menyelesaikan tesis,skripsi

 
1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis
Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.
Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di
http://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya…pak, ya…bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya …kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.
Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.
Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.
Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.
Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut…

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:

Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.

TEORI DAN HIPOTESIS
Selanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.

METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)

HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN
Bab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMAN
Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN
Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan…. Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.


Tips mudah untuk menyelesaikan tesis,skripsi

 
1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis
Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.
Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di
http://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya…pak, ya…bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya …kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.
Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.
Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.
Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.
Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut…

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:

Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.

TEORI DAN HIPOTESIS
Selanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.

METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)

HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN
Bab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMAN
Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN
Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan…. Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.